Jumat, 13 Desember 2013
NASKAH LOMBA CERITA SEJARAH
TINGKAT SMP SE-PROPINSI DIY
TAHUN 2011
TEMA :
HIKMAH PERISTIWA SEJARAH BANGSA UNTUK GENERASI MUDA
SUB TEMA:
PAHLAWAN YANG GIGIH BERANI
(PANGERAN DIPONEGORO)
OLEH:
ENDAH TRISNA WIGATI
GURU PENDAMPING:
TEGUH WIYONO,SS.
NASKAH LOMBA CERITA SEJARAH
TINGKAT SMP SE-PROPINSI DIY
TAHUN 2011
1. Identitas Peserta:
Nama : Endah Trisna Wigati
TTL : Gunungkidul,15 Juni 1996
Kelas : IX A
NISN : 9962917157
Alamat Sekolah :SMP N 2 Playen
(Gading, Playen, Gunungkidul)
Kode Pos: 55861 tlp:(0274)392185
2. Identitas Guru Pendamping :
Nama : Teguh Wiyono,SS.
NIP : 19680619 200701 1 023
Guru Mata Pelajaran : IPS Sejarah
Unit Kerja : SMP N 2 Playen
Playen,7 November 2011
Guru Pendamping Peserta
Teguh Wiyono,SS. EndahTrisnaWigati
NIP:19680619 200701 1 023 NISN:9962917157
Mengetahui:
Kepala SMP N 2 Playen
Syarifatul Hidayah,S.Pd.
NIP:19710716 199702 2 001
DIPONEGORO
Sang Pemberani dari Jawa
DIPONEGORO
karya:Chairil Anwar
Di Masa Pembangunan Ini
Tuan Hidup Kembali
Dan Bara Kagum Menjadi Api
Di Depan Sekali Tuan Menanti
Tak Gentar. Lawan Banyaknya Seratus Kali.
Pedang Di Kanan, Keris Di Kiri
Berselempang Semangat Yang Tak Bisa Mati.
Maju
Ini Barisan Tak Bergenderang-Berpalu
Kepercayaan Tanda Menyerbu.
Sekali Berarti
Sudah Itu Mati.
Maju
Bagimu Negeri
Menyediakan Api.
Punah Di Atas Menghamba
Binasa Di Atas Ditindas
Sesungguhnya Jalan Ajal Baru Tercapai
Jika Hidup Harus Merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
(1943)
DIPONEGORO
Sang Pemberani dari Jawa
Assalamu’alaikum wr.wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.Bapak/Ibu Dewan Yuri yang saya hormati,Bapak/Ibu Guru Pendamping,para tamu undangan yang saya hormati pula,serta teman-teman yang saya banggakan, marilah kita memanjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah Yang Maha Esa.Karena Atas izin-Nyalah kita dapat berkumpul dalam Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta hari ini Kamis, 10 November 2011 untuk berpartisipasi dalam Lomba Cerita Sejarah tingkat SMP se-Propinsi DIY.
Mengapa kita harus belajar sejarah? Henry Ford si Raja Mobil Amerika pernah mengatakan bahwa, belajar sejarah itu percuma, sejarah hanya potret usang masa lampau.Benarkah pendapat tersebut? Untuk membuktikannya, saya akan mencoba bercerita mengenai seorang pahlawan yang gigih berani dalam mengusir penjajah Belanda yaitu Pangeran Diponegoro.
Jika kita mendengar nama Pangeran Diponegoro, pasti bayangan kita teringat tentang sosok pahlawan berkuda, gagah berani, semangat juang tinggi dan kebulatan tekad yang kuat. Mengapa kita berpikir demikian? Siapakah beliau? Apa yang beliau korbankan sehingga disebut pahlawan? Lalu jika pahlawan, siapa yang beliau lindungi dan beliau lawan ? Lalu apa hubungannya dengan generasi muda?Hikmah apa yang dapat diambil ?
Pangeran Diponegoro yang nama kecilnya adalah Raden Mas Ontowiryo merupakan putra sulung Sultan Hamengku Buwono III.Beliau dilahirkan oleh selir Sultan Raja yaitu R.A.Mangkarawati putri Bupati Pacitan pada Hari Jum’at Wage, 8 Muharam tahun Be Wuku Wayang(1785 M).Sejak kecil beliau diasuh oleh neneknya di Tegalrejo.
Perang Jawa adalah perang terbesar dan terberat yang dihadapi Belanda.Disebut Perang Jawa karena perang tersebut melibatkan hampir seluruh daerah di Pulau Jawa dan akibat perang itu dirasakan hampir seluruh Jawa.Perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro tersebut terjadi antara 1825-1830, disebabkan oleh hal-hal berikut:
1. Sebab Umum :
Faktor Politik
Yaitu campur tangan Belanda dalam urusan istana.Misalnya:pergantian raja yaitu R.M.Menol yang masih kecil diangkat oleh Belanda sebagai Sultan Hamengku Buwono V .Hal ini membuat Pangeran Diponegoro tersinggung.
Faktor Ekonomi
Penderitaan rakyat akibat kebijakan Daendels yaitu harus membayar pajak, di kalangan bangsawan dan kaum ningrat juga mengalami kesulitan ekonomi karena peraturan yang dibuat oleh Van Der Capellen tentang pembatalan penyewaan tanah yang telah dilakukan oleh penguasa Eropa.
Faktor Sosial Budaya
Residen Nahuys memasukkan adat kebiasaan barat ke dalam keraton seperti cara berpakaian, menari, minuman keras, bersikap dan berperilaku ala barat.
Faktor Agama
Para ulama resah dengan masuknya budaya barat yang bertentangan dengan Islam.
2. Sebab Khusus (Cassus Belli)
Belanda ingin membuat Jalan Jogja-Magelang melalui Tegalrejo.Patih Danurejo atas perintah Belanda telah memasang patok- patok di sekitar makam leluhur Pangeran Diponegoro tanpa seizin beliau dan keluarga istana.Mengetahui hal itu Pangeran Diponegoro untuk mencabut patok-patok tersebut dan diganti dengan tombak .Atas kejadian itu maka Belanda menjadi sangat marah dan tersinggung.
Konflik pun memuncak,maka pada tanggal 20 Juli 1825 meletuslah Perang Jawa yang terjadi dalam beberapa tahap yaitu :
1. Prajurit Pangeran Diponegoro berhasil menguasai Yogyakarta dan mengepung Belanda dengan Taktik Gerilya di Kalisoko.Taktik Gerilya yaitu datang tiba-tiba,lalu menyerang,dan segera menghilang.Berikut tempat-tempat yang dijadikan markas gerilyanya:Tegalrejo,merupakan tempat masa kecilnya, Kalisoko, Selarong, Dekso tempat Pangeran Diponegoro diangkat sebagai kepala negara pemerintahan,Plered merupakan pusat pemerintahan dan Kedu.
2. Belanda menerapkan siasat Bentengstelsel yaitu setiap daerah yang dikuasai Belanda dibangun benteng.Akibatnya ruang gerak menjadi sempit dan terpecah belahnya prajurit Pangeran Diponegoro.
3. Pada tanggal 21 September 1829 Belanda mengeluarkan maklumat bahwa barang siapa dapat menyerahkan Pangeran Diponegoro hidup atau mati akan diberi uang 50 gulden dengan tanah dan gelar kehormatan sebagai hadiah.Belanda juga menggunakan Kyai Maja untuk menekan Pangeran Diponegoro agar mau menyerah.Kekuatan beliau melemah saat R.Ayu Ratnaningsih (istrinya) dan R.Ayu Gusti (putrinya) tertangkap oleh Belanda pada 14 Oktober 1829 .Setelah itu,prajurit lainnya menyerahkan diri.
4. Belanda mengajak Pangeran Diponegoro berunding.Pada perundingan terakhir yaitu 28 Maret 1830 di Magelang,Pangeran Diponegoro mengungkapkan keinginan beliau yang merupakan tujuan Perang Jawa.Namun keinginan itu di tolak oleh De Kock dan Pangeran Diponegoro ditangkap.Beliau kemudian di bawa ke Ungaran, Semarang, Batavia dan Manado.Tahun 1834 beliau diasingkan dalam Benteng Rotterdam di Makassar,hingga meninggal pada 8 Januari 1855.
Pangeran Diponegoro tidak hanya berjuang sendiri.Namun,beliau dibantu oleh:Pangeran Mangkubumi yang menjadi penasehat dibidang pemerintahan dan politik,Sentot Alibasah Mustafa Prawirodirjo,Pangeran Ngabehi Jaya Kusuma seorang perencana siasat perang,Kyai Maja ulama yang memberikan dasar Islam dalam tujuan perang Diponegoro dan Nyai Ageng Serang.
Perang yang begitu besar ini telah mengakibatkan tewasnya 8.000 orang dan menghabiskan uang 20 juta rupiah.Oleh karena itu, Belanda kekurangan dana sehingga oleh Van Den Bosh diterapkan tanam paksa(Cultuurstelsel).
Alasan mengambil sub tema Pahlawan yang Gigih Berani dengan tokoh utamanya Pangeran Diponegoro dan hikmah yang dapat kita ambil diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Hikmah dari peristiwa Perang Jawa adalah pemerintah seharusnya lebih memperhatikan rakyat, namun kita juga harus lebih meningkatkan sikap nasionalisme dan patriotisme terhadap tanah air ,tidak terlalu mengharapkan bantuan pemerintah, tidak mengagung-agungkan budaya lain juga menghindari perilaku negatif.Untuk itu ,pentingnya pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda dan pentingnya membangkitkan semangat kita dan kecintaan kita terhadap tanah air.Nama besar Pangeran Diponegoro diabadikan sebagai nama jalan,gedung,perguruan tinggi , kapal perang(KRI Diponegoro) dan lain-lain.
2. Manfaat dari belajar sejarah yaitu :menurut Soekarno dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966 dengan judul “Jas Merah”(Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah)bahwa sejarah itu sangat penting,sejarah bersifat edukatif,sejarah bersifat inspiratif,sejarah bersifat rekreatif(menghibur).
3. Kita yang berkumpul di tempat ini adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia,kita dilingkupi ,dibentuk ,dan dipengaruhi oleh sejarah,namun kita sesungguhnya juga bisa membuat sejarah,mencetak sejarah dan mengukir sejarah kita.Manusia adalah pembuat sejarah bagi masa depannya tentu kita juga termasukdi dalamnya.
4. Pangeran Diponegoro merupakan sosok yang patut untuk diteladani,kita contoh,dan menjadi panutan kita.
5. Perang Jawa yang melibatkan hampir seluruh Jawa merupakan tempat tinggal kita.
Demikian uraian cerita sejarah beserta hikmahnya yang menjawab beberapa pertanyaan di depan.Semoga bermanfaat bagi kita semua.Bila banyak kekurangan mohon maaf dan mohon bimbingannya.Terimakasih.
Wassalamu’alikum wr.wb.
SURA DIRA JAYA NINGRAT,LEBUR DENING PANGASTUTI
KEBENARAN ITU PASTI AKAN MENGALAMI KEJAYAAN
(Pangeran Diponegoro)
Jumat, 22 November 2013
bagaimana pendapat kalian tentang istimewa, tentang spesial, tentang hal yang luar biasa ?
aku selalu mengalami hal - hal yang tidak disangka - sangka. setiap hari selalu indah menurutku. entah itu sial atau pun bahagia tak terkira. jadi, intinya, apapun yang terjadi, tetap bersyukur saja sama Yang Maha Kuasa. hidup yang cuma bahagia bahagia aja tu gak seru. harus ada sedih dan kecewa sebagai bumbu nafas dan sarapan hari. iya, doa bahagia selalu emang sering dipanjatkan. tapi apakah itu akan menjadikan jiwa kita lebih tabah, lebih peka, dan lebih kuat ? gak, bahagia kata orang itu sederhana. kita bisa melihat orang yang kita sayang itu sudah luar biasa menurutku. ini dulu postku, karena hari ini aku sedang bahagia dan aku ingin berbagi kebahagiaan itu.
today is happy day
yeah, aku suka hari ini, biarpun kemarin - kemarin luar biasa capek, hari ini aku berguna bagi orang lain, serasa aku hidup kembali dan penyemangatku datang kembali, iya dia, selalu memberi semangat, tersenyum dan tertawa padaku, entah mengapa itu membuat hariku indah untuk dilalui. thanks for you my beloved classmate :*
Peranan Pemuda di Dusun Bobung, Putat
Pada Masa Sekarang
Oleh : Endah Trisna Wigati
/08/XI TA
Dusun Bobung merupakan kawasan desawisata
yang khususnya wisata souvenir kerajianan
kayu. Tidak hanya yang tua yang berkarya tetapi yang muda pun ikut andil dalam pembangunan
dusun. Berbagai kegiatan dilakukan secara
gotong – royong oleh para pemuda – pemudinya. Di Dusun Bobung, ada organisasi –
organisasi kepemudaannya yaitu KarangTaruna Tunas Karya dan RISMA Miftahul
Huda. Sebagian besar anggota Karang Taruna merupakan anggota RISMA. Untuk itu,
kedua organisasi ini, selalu bekerjasama membangun dusun. Contoh kegiatan yang
dilakukan oleh anggota KarangTaruna adalah sebagai berikut.
·
Kerjabakti : lapangan voli dan umum
(membantu di RT RT).
Kerjabakti : lapangan voli dan umum
(membantu di RT RT).
·
Pengembangan olahraga voli yang
membentuk Tim Bola Voli “Bobung Vollyball Club (BVC)” dengan setiap sore
mengagendakan voli. Prestasi terakhir yang diraih adalah sebagai juara II dalam
ajang Bunder Cup dengan lingkup daerah Kecamatan Playen dan Patuk. Pernah juga
mengadakan Turnamen Bola Voli Plastik dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan
Indonesia yang ke-68.
Pengembangan olahraga voli yang
membentuk Tim Bola Voli “Bobung Vollyball Club (BVC)” dengan setiap sore
mengagendakan voli. Prestasi terakhir yang diraih adalah sebagai juara II dalam
ajang Bunder Cup dengan lingkup daerah Kecamatan Playen dan Patuk. Pernah juga
mengadakan Turnamen Bola Voli Plastik dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan
Indonesia yang ke-68.
·
Berbagai olahraga juga mengisi kegiatan
pada sore hari seperti: sepakbola, tenis meja, karambol, dll.
Berbagai olahraga juga mengisi kegiatan
pada sore hari seperti: sepakbola, tenis meja, karambol, dll.
·
Sebagian
besar anggotanya adalah pengrajin topeng yang menjadi karyawan para pengusaha –
pengusaha topeng sukses di Dusun Bobung.


·
Pertemuan
rutin dan arisan yang dilakukan setiap bulan yaitu pada minggu pertama.
·
Program
pinjam – meminjam uang antaranggota karang taruna sebagai kepedulian dan menjaga
kerukunan.
·
Penyewaan
seragam sinoman yang dibuka untuk umum.
·
Kerja bakti setiap bulan yaitu pada
minggu kedua.
Kerja bakti setiap bulan yaitu pada
minggu kedua.
·
Pertemuan
rutin dan arisan yang dilakukan satu bulan sekali pada minggu kedua.
·
Pengajian
TKA – TPA yang dilakukan setiap Hari Rabu dan Sabtu sore. Untuk Bulan Ramadhan
dilakukan setiap hari dengan ta’jil yang digilir kepada masyarakat Dusun
Bobung.
·
Menambah
penghasilan khas RISMA MH dilakukan berbagai kegiatan : Angkringan saat Bulan
Ramadhan dan RISMA Cell.
·
Mengadakan
pengajian – pengajian.
·
Bersama
dengan karang taruna, jika ada warga yang sakit maka bersama – menjenguk dan
bila ada yang mengadakan resepsi pernikahan juga bersama – sama datang
memberikan doa restu.
·
Mengadakan
outbond untuk pengurus RISMA yang baru.
Selain melakukan kegiatan sosial dan
olahraga, pamuda pemudi Bobung juga latihan tari Kuda Lumping yang langsung
dilatih oleh seniman tari dari Institut Seni Indonesia. Sebelumnya mereka
berlatih setiap Hari Minggu tetapi sekarang hanya jika akan pentas saja, baik
acara dusun maupun tamu yang berkunjung.
Dari berbagai kegiatan diatas, yang menarik untuk dibahas
lebih lanjut adalah mengenai generasi pengrajin topeng yang ada di Dusun
Bobung. Kepedulian pemuda untuk tetap mempertahankan dan memajukan daerah
sendiri sebagai pengrajin topeng patut diberi penghargaan dan dukungan. Banyak
pengusaha kerajinan yang merekrut karyawannya dari para pemuda dan didik untuk
dapat membuat kerajinan sesuai pesanan maupun inovatif. Pengusaha itu
diantaranya adalah Bapak Basuki “Hasta Karya”, Bapak Suroso “Asta Auliya”,
Bapak Slamet Riyadi “Bina Karya”, dan masih banyak lagi. Pada umumnya proses
yang dipegang oleh para pemuda adalah membentuk kerajinan dari kayu
gelonggongan menjadi bentuk setengah jadi yang kemudian dicat atau dibatik oleh
karyawan perempuan. Selain ikut dengan pengusaha, ada pula pemuda yang sudah
mencoba membuka usaha sendiri seperti
yang dilakukan oleh Saudara Surono yang sudah cukup sukses mendirikan
“Sanggar Aisyah”.
Tidak semua orang memiliki keahlian memahat kayu dan
kesabaran untuk menyelesaikan detailnya. Hanya yang berjiwa seni dan yang mau
berlatih yang apat membuatnya. Berikut tahapan pembuatan topeng yang dilakukan
oleh pengrajin.
Pertama, dari kayu gelonggongan
dibelah dan dipotong sesuai ukuran kerajinan yang akan dibuat. Lalu, sebuah karton yang sudah dibentuk sesuai
kerajinan yang akan dibuat ditempelkan ke balok kayu tadi untuk ditiru
bentuknya sebagai pola.
Ketiga, bila ada yang
harus dilubang maka dilubangi atau kebanyakan harus ada bentuk timbul karena
bentuk kerajinan inii adalah tiga dimensi. Untuk menghasilkan bentuk – bentuk
timbul tersebut biasanya pengrajin menggunakan tatah.

Keempat, pahatan – pahatan tadi lebih
dihaluskan dengan pisau yang tajam. Setelah itu diamplas supaya lebih halus
lagi menggunakan tangan secara manual atu mesin amplas.
Selanjutnya, bentuk kerajinan yang
sudah halus tadi, dicat atau dibatik sekaligus diberi pengawet dan dikemas atau
dipajang di show room.
Begitulah proses pembuatan
kerajinan secara singkat, untuk lebih detailnya kunjungi saja Desa Wisata
Kerajinan Topeng Bobung. Berikut peta lokasinya.

Majunya padukuhuan Bobung tak lepas dari kegiatan dan
perjuangan para pemuda pemudinya. Walaupun saat ini, untuk pemudinya kurang
aktif namun telah andil dalam pembangunan dan mempertahankan gelar desa wisata.
Berikut ini susunan organisasi yang ada di Dusun Bobung untuk periode saat ini.
Susunan
Karang Taruna Tunas Karya
Ketua
: Suradi
Wakil
Ketua : Sutikno
Sekretaris
: Susilo
Arif NC
Bendahara : Suwarno
Sugiyanto
Kahono
Sie.
Dakwah : Sairan
Rita S.
Sie.
Olahraga : Wahyu P.
Mujiono
Sujamto
Sie.
Arisan : Anang K.
Ari I.
Sie.
Kesenian : Tri Haryanto
Haryanto
Sie.
Pendidikan : Suparman
Endah TW
Sie.
Perlengkapan: Imron
Heru S.
Sie.
Keamanan : Surono
Sie.
Usaha : Eko S.
Humas :
Rohmadi (RT 05)
Widiyanto (RT06)
Bramadi (RT 07)
Aditya P (RT 08)
Andi TS (RT 09)
SUSUNAN
PENGURUS RISMA MIFTAHUL HUDA
PERIODE 2013-2015
Ketua 1 :
Beni Setyawan
Ketua 2 :
Suparman
Sekretaris 1 :
Endah Trisna Wigati
Sekretaris 2 :
Siti Rohana
Bendahara 1 : Edi Purnomo
Bendahara 2 : Subaryanto
Agus
Paryadi
Sie. Da’wah : Sairan (Koordinator)
Rita
Safitri
Putri
Nur Widayanti
Sie. TKA-TPA : Efie Setyawati
Ria
Fitriani
Norma
Mujiyanti
Sie. Perpustakaan : Indri Astuti
Elvi Wulandari
Siti Nuryani
Supatmi
Sie. Perlengkapan : Imron
Sujamto
Mujiyono
Heru Sulistiyo
Sie. Kebersihan: Widiyanto
Eka
Nursusila
Aditya Pratama
Candra Ramadhan
Sie. Usaha : Suradi
M.
Yusuf Maulana
Dimas
Cahya Insani
Angga
Dedi Sirwoko
Humas :
RT 05: Sahid Okta P
Ari Indra P
RT
06 : Aziz Pambudi
Muslim F
RT
07 : Adam Rosyidi
Alfian Nur W
RT
08 : Joko Prasetyo N
Annisa Harum W K
RT
09 : Triyanto
Andi Tri S
Langganan:
Postingan (Atom)

